8 mins read

Perbedaan Nota Debit dan Nota Kredit: Fungsi dan Dampaknya bagi Finance

featured image perbedaan nota debit dan nota kredit

Mekari Insight

  • Nota debit dan nota kredit digunakan untuk mencatat penyesuaian pada transaksi yang sudah terjadi, tetapi fungsi dan arah koreksinya dapat berbeda.
  • Perbedaannya dapat dilihat dari tujuan, pihak yang menerbitkan, waktu penggunaan, dan dampaknya terhadap nilai transaksi.
  • Dalam proses Accounts Payable, dokumen koreksi perlu ditelusuri ke invoice dan transaksi pembelian agar nilai tagihan supplier tetap dapat diverifikasi.
  • Finance dapat memeriksa koreksi berdasarkan invoice, purchase order, penerimaan barang atau jasa, serta dokumen pendukung sebelum pembayaran diproses.
  • Untuk mengelola invoice, approval, dan pembayaran supplier dalam satu alur, Finance dapat menggunakan Accounts Payable Mekari Expense.

Perubahan nilai transaksi dapat terjadi setelah invoice diterbitkan. Misalnya, jumlah barang yang diterima berbeda dari tagihan, harga pada invoice tidak sesuai kesepakatan, atau sebagian barang dikembalikan. Finance kemudian perlu memastikan perubahan tersebut tercatat dengan dokumen yang tepat sebelum nilai akhir transaksi diproses.

Nota debit dan nota kredit digunakan dalam situasi seperti ini. Keduanya membantu mendokumentasikan penyesuaian terhadap transaksi, tetapi penggunaannya tidak selalu sama di setiap sistem accounting atau skenario bisnis.

Artikel ini membahas perbedaan nota debit dan nota kredit dari sudut pandang Finance, terutama pada transaksi buyer dan supplier. Pembahasannya mencakup fungsi, contoh penggunaan, dampak pada utang dan piutang, serta langkah yang dapat dilakukan Finance ketika transaksi perlu dikoreksi.

Apa Itu Nota Debit?

Nota debit adalah dokumen yang digunakan untuk mencatat atau menyampaikan penyesuaian nilai transaksi dalam kondisi tertentu. Dalam konteks Accounts Payable yang dibahas pada artikel ini, nota debit dapat berkaitan dengan koreksi atas kewajiban kepada supplier.

Contohnya terjadi ketika jumlah barang yang diterima berbeda dari yang ditagihkan, terdapat penyesuaian harga, atau sebagian transaksi perlu dikoreksi. Finance dapat menggunakan dokumen tersebut sebagai bagian dari rekam transaksi agar perubahan nilai tagihan memiliki dasar yang jelas.

Istilah debit memo juga digunakan pada software accounting global, tetapi perlakuannya dapat berbeda. SAP Help Portal, misalnya, menjelaskan bahwa pada skenario tertentu credit memo mengurangi jumlah yang harus dibayar, sementara debit memo dapat meningkatkan jumlah yang harus dibayar. Karena itu, Finance perlu melihat konteks transaksi dan aturan pada sistem yang digunakan.

Apa Itu Nota Kredit?

Nota kredit adalah dokumen yang digunakan untuk mencatat pengurangan atau koreksi nilai transaksi berdasarkan kondisi yang telah disepakati. Dalam transaksi pembelian, supplier dapat menerbitkan credit memo ketika perusahaan memperoleh pengurangan atas tagihan sebelumnya.

Contohnya adalah ketika sebagian barang dikembalikan atau terdapat koreksi harga yang menyebabkan jumlah tagihan supplier berkurang. Oracle Payables menjelaskan bahwa credit memo dari supplier dapat dicocokkan dengan invoice sebelumnya sehingga kredit tersebut tetap terhubung dengan transaksi asal.

Untuk proses pengembalian barang, Finance juga perlu membedakan nota kredit sebagai dokumen bisnis dengan nota retur yang memiliki ketentuan perpajakan tersendiri. Direktorat Jenderal Pajak menjelaskan bahwa nota retur digunakan ketika terjadi pengembalian Barang Kena Pajak dan harus memuat informasi tertentu yang merujuk pada Faktur Pajak terkait.

Perbedaan Nota Debit dan Nota Kredit

Perbedaan utama nota debit dan nota kredit terletak pada konteks koreksi dan pihak yang mencatat penyesuaian. Arah dampaknya juga perlu dibaca bersama sisi transaksi karena istilah debit memo dan credit memo dapat diterapkan secara berbeda pada sistem accounting.

AspekNota DebitNota Kredit
FungsiMencatat atau menyampaikan penyesuaian transaksi dalam kondisi tertentuMencatat pengurangan atau koreksi nilai transaksi
Konteks pembelianDapat digunakan sebagai bagian dari koreksi kewajiban pembeli kepada supplierDapat diterbitkan supplier untuk mengurangi nilai tagihan sebelumnya
Waktu penggunaanSetelah ditemukan kondisi yang memerlukan penyesuaianSetelah terjadi kondisi yang menyebabkan nilai transaksi perlu dikurangi atau dikoreksi
ReferensiDapat merujuk pada invoice atau transaksi asalUmumnya merujuk pada invoice atau transaksi sebelumnya
Dampak pada transaksiBergantung pada konteks dan sistem yang digunakanDapat mengurangi nilai tagihan atau piutang sesuai skenario transaksi
ContohKoreksi jumlah, harga, atau transaksi tertentuRetur, pengurangan harga, atau koreksi tagihan supplier

Karena arah debit dan kredit dapat berbeda menurut sistem, Finance sebaiknya tidak menentukan perlakuan hanya berdasarkan nama dokumennya. Oracle Payables, misalnya, memperlakukan credit dan debit memo sebagai dokumen yang dapat dicocokkan dengan invoice, purchase order, atau receipt untuk menjaga keterkaitan transaksi.

Kapan Nota Debit dan Nota Kredit Digunakan?

Nota Debit

Nota debit dapat digunakan ketika terdapat penyesuaian yang perlu dicatat dari sisi pembeli atau pihak yang mengelola transaksi, sesuai kebijakan dan sistem accounting perusahaan. Kondisinya dapat mencakup perbedaan jumlah barang, koreksi harga, atau penyesuaian terhadap transaksi sebelumnya.

Finance sebaiknya merujuk pada dokumen transaksi asal sebelum membuat atau mencatat koreksi. Invoice, purchase order, dan bukti penerimaan membantu menunjukkan sumber perbedaan yang perlu diperiksa.

Nota Kredit

Nota kredit dapat digunakan ketika supplier perlu memberikan pengurangan terhadap nilai tagihan sebelumnya. Situasinya dapat terjadi saat barang dikembalikan, terdapat kesalahan harga, atau supplier menyetujui koreksi tertentu pada invoice.

Dalam Oracle Payables, credit memo dapat dicocokkan dengan invoice yang sudah ada. Sistem juga dapat menghubungkan koreksi dengan purchase order atau receipt agar nilai koreksi tetap berada dalam konteks transaksi asal.

Bagaimana Finance Memproses Koreksi dengan Nota Debit dan Nota Kredit?

Dokumen koreksi perlu diproses bersama transaksi asal agar Finance dapat menjelaskan perubahan nilai dengan jelas. Alurnya dapat disesuaikan dengan kebijakan perusahaan, tetapi beberapa pemeriksaan berikut biasanya diperlukan.

1. Identifikasi sumber perbedaan

Mulailah dengan membandingkan invoice dengan dokumen pembelian dan bukti penerimaan. Perbedaan kuantitas, harga, atau detail transaksi perlu ditemukan sebelum nilai tagihan diubah.

Untuk transaksi yang menggunakan purchase order, dokumen tersebut memberi Finance referensi atas barang atau jasa yang sebelumnya sudah disetujui.

2. Cocokkan invoice dengan dokumen pendukung

Finance dapat melakukan three-way matching dengan membandingkan purchase order, penerimaan barang atau jasa, dan invoice. Proses ini membantu mengidentifikasi perbedaan sebelum tagihan masuk ke pembayaran.

Oracle Payables juga mendokumentasikan pencocokan credit atau debit memo dengan invoice, purchase order, dan receipt agar koreksi tetap terkait dengan transaksi asal.

3. Dokumentasikan alasan koreksi

Catat penyebab perubahan nilai, dokumen yang menjadi dasar, dan transaksi yang terdampak. Informasi tersebut memudahkan Finance menelusuri perubahan ketika melakukan pemeriksaan internal atau rekonsiliasi.

4. Pastikan approval sudah sesuai

Koreksi nilai transaksi perlu mengikuti kewenangan yang berlaku di perusahaan. Pihak yang memberikan persetujuan harus dapat ditelusuri bersama dokumen pendukung dan nilai koreksi.

5. Sesuaikan pembayaran dan rekonsiliasi

Setelah koreksi disetujui, Finance perlu memastikan nilai pembayaran mengikuti dokumen terbaru. Status transaksi juga perlu diperbarui agar invoice yang sudah dikoreksi tidak kembali diproses dengan nilai lama.

Kontrol ini berkaitan dengan pengelolaan duplicate payment dalam Accounts Payable, terutama ketika invoice dan dokumen koreksinya diproses pada waktu yang berbeda.

Baca Juga: Account Payable: Cara Mengelola Utang Vendor agar Cash Flow Tetap Terkontrol

Apa Dampak Nota Debit dan Nota Kredit terhadap Utang dan Piutang?

Dampak nota debit dan nota kredit bergantung pada sisi transaksi serta bagaimana dokumen tersebut dicatat. Pada proses Accounts Payable, Finance terutama perlu memperhatikan perubahan nilai kewajiban kepada supplier. Pada Accounts Receivable, fokusnya bergeser pada perubahan nilai yang harus diterima dari customer.

Dalam transaksi pembelian, credit memo dari supplier dapat mengurangi nilai invoice yang masih harus dibayar. Oracle Payables menjelaskan bahwa credit dan debit memo dapat dinetkan dengan invoice dasar ketika pembayaran dilakukan.

Perubahan tersebut juga perlu tercermin pada rekonsiliasi. Dokumen koreksi, invoice, pembayaran, dan pencatatan accounting harus menunjukkan nilai transaksi yang konsisten.

Untuk memeriksa dokumen pembelian dan tagihan secara lebih terstruktur, Finance dapat menggunakan invoice pembelian sebagai referensi untuk memahami hubungan antara invoice dan transaksi pembelian.

Bagaimana Nota Debit dan Nota Kredit Memengaruhi Proses Keuangan?

Dampak nota debit dan nota kredit bergantung pada sisi transaksi dan cara dokumen tersebut dicatat. Dalam Accounts Payable, Finance perlu memperhatikan perubahan nilai kewajiban kepada supplier, sedangkan pada Accounts Receivable fokusnya adalah perubahan nilai yang perlu diterima dari customer.

Dalam transaksi pembelian, credit memo dari supplier dapat mengurangi nilai invoice yang masih harus dibayar. Oracle Payables menjelaskan bahwa credit dan debit memo dapat dicocokkan dengan invoice, purchase order, atau receipt agar koreksi tetap terhubung dengan transaksi asal.

Karena koreksi dapat memengaruhi nilai akhir transaksi, Finance perlu memastikan invoice, dokumen pendukung, approval, pembayaran, dan pencatatan accounting menunjukkan informasi yang konsisten. Prosesnya dapat mengikuti alur invoice diterima → verifikasi → koreksi bila diperlukan → approval → pembayaran → rekonsiliasi. Saat menentukan prioritas pembayaran, Finance juga perlu melihat tagihan yang masih terbuka serta Term of Payment yang berlaku.

Bagaimana Accounts Payable Membantu Finance Mengelola Koreksi Tagihan?

Ketika volume invoice bertambah, proses koreksi menjadi lebih rumit jika invoice, dokumen supplier, approval, dan bukti pembayaran tersebar di berbagai tempat. Finance perlu dapat menelusuri perubahan nilai dari invoice awal hingga pembayaran akhir.

APQC menggunakan metrik seperti biaya pemrosesan per invoice, tingkat pembayaran bebas kesalahan pada percobaan pertama, dan waktu dari penerimaan invoice hingga pembayaran untuk mengevaluasi kinerja Accounts Payable. Data tersebut menunjukkan bahwa kualitas proses AP berkaitan dengan akurasi, kecepatan, dan biaya pemrosesan.

Product Deck Mekari Expense menempatkan Accounts Payable sebagai bagian dari platform spend management untuk mengelola vendor invoice processing dan payments. Modul ini mencakup invoice capture, approval workflow, payment scheduling, dan three-way matching untuk mendukung proses procurement-to-pay.

Purchase Invoice Management di Mekari Expense mendukung capture invoice secara manual, OCR, maupun email sebelum dilanjutkan ke approval dan payment processing. Untuk Finance & Accounting di perusahaan mid-to-large dengan recurring vendor spend, Accounts Payable Mekari Expense dapat digunakan untuk menghubungkan proses invoice hingga pembayaran dalam satu alur.

Referensi

  • SAP Help Portal, Types of Credit Memos and Debit Memos.
  • Oracle Payables, Credit and Debit Memos.
  • Oracle Payables, Matching Credit/Debit Memos to Purchase Orders and Invoices.
  • Direktorat Jenderal Pajak, ketentuan mengenai nota retur dan pengembalian Barang Kena Pajak.
  • APQC, Accounts Payable Key Benchmarks, diperbarui 27 Januari 2026.

FAQ tentang Nota Debit dan Kredit

Apakah nota debit sama dengan debit memo?

Apakah nota debit sama dengan debit memo?

Istilahnya sering digunakan untuk konteks yang serupa, tetapi penggunaannya dapat berbeda menurut sistem accounting dan jenis transaksi. Finance sebaiknya mengikuti definisi yang digunakan dalam kebijakan dan sistem perusahaan.

 

Apakah nota debit dan nota kredit sama dengan nota retur?

Apakah nota debit dan nota kredit sama dengan nota retur?

Tidak selalu. Nota retur memiliki fungsi dan ketentuan perpajakan tersendiri ketika terjadi pengembalian Barang Kena Pajak. DJP mengatur informasi yang perlu dicantumkan dalam nota retur dan kaitannya dengan Faktur Pajak.

 

Apakah nota debit dan nota kredit harus merujuk pada invoice?

Apakah nota debit dan nota kredit harus merujuk pada invoice?

Untuk menjaga keterlacakan, dokumen koreksi sebaiknya memiliki referensi ke invoice atau transaksi asal ketika koreksi tersebut berkaitan dengan tagihan yang sudah diterbitkan.

 

Apakah nota debit dan nota kredit memengaruhi pembayaran supplier?

Apakah nota debit dan nota kredit memengaruhi pembayaran supplier?

Bisa. Ketika koreksi mengubah nilai kewajiban, Finance perlu memastikan dokumen koreksi sudah diproses sesuai approval sebelum menentukan nilai pembayaran akhir.

WhatsApp Icon WhatsApp sales