8 mins read

Account Payable: Cara Mengelola Utang Vendor agar Cash Flow Tetap Terkontrol

featured image account payable

Mekari Insight

  • Account payable (AP) adalah kewajiban perusahaan kepada vendor atau pemasok atas barang atau jasa yang sudah diterima tetapi belum dibayar.
  • Pengelolaan AP mencakup proses mulai dari invoice diterima, diverifikasi, disetujui, dibayar, hingga direkonsiliasi.
  • AP yang terkelola dengan baik membantu finance mengontrol kewajiban vendor, timing pembayaran, dan cash outflow.

Setiap pembelian barang atau jasa secara kredit menciptakan kewajiban yang pada akhirnya menjadi arus kas keluar perusahaan. Ketika jumlah vendor dan transaksi meningkat, finance perlu mengetahui bukan hanya berapa besar kewajiban yang harus dibayar, tetapi juga kapan pembayaran jatuh tempo dan berapa dana yang perlu disiapkan.

Di sinilah account payable berperan. Pengelolaan AP membantu finance memantau kewajiban vendor sejak invoice diterima hingga pembayaran dilakukan, sehingga perusahaan dapat mengatur timing pembayaran, mengurangi kesalahan, dan menjaga cash flow tetap terkendali. APQC menggunakan cost per invoice, first-time error-free disbursement, dan invoice-to-payment cycle time sebagai beberapa indikator untuk mengevaluasi kinerja proses AP.

Apa Itu Account Payable?

Account payable (AP) adalah kewajiban jangka pendek perusahaan kepada vendor atau pemasok atas barang atau jasa yang telah diterima tetapi pembayarannya belum dilakukan. Kewajiban ini umumnya muncul ketika perusahaan membeli barang atau jasa secara kredit dan memiliki kesepakatan pembayaran dengan vendor.

Dalam laporan keuangan, account payable termasuk liabilitas lancar karena umumnya perlu diselesaikan dalam jangka pendek. Nilai AP bertambah ketika perusahaan memperoleh barang atau jasa secara kredit dan berkurang ketika kewajiban tersebut dibayar.

Contohnya, perusahaan menerima invoice Rp50 juta dari vendor dengan payment terms 30 hari. Selama invoice tersebut belum dibayar, Rp50 juta menjadi kewajiban perusahaan kepada vendor yang perlu dicatat, dipantau, dan diselesaikan sesuai ketentuan pembayaran.

Jenis transaksi yang menghasilkan AP dapat berbeda sesuai aktivitas perusahaan, mulai dari pembelian bahan baku dan barang operasional hingga penggunaan jasa dari vendor. Yang terpenting, kewajiban tersebut perlu memiliki dasar transaksi yang jelas dan dapat ditelusuri sampai proses pembayarannya.

Bagaimana Proses Account Payable?

Proses account payable dimulai sebelum invoice dibayar. Finance perlu memastikan transaksi yang menjadi dasar tagihan memang valid, dokumennya sesuai, dan pembayaran dilakukan kepada vendor yang tepat.

TahapAktivitas Finance
Purchase OrderMemastikan pembelian memiliki dasar transaksi dan ketentuan yang jelas.
Penerimaan barang atau jasaMemastikan barang atau jasa yang dipesan telah diterima.
Penerimaan invoiceMemeriksa tagihan, nominal, dan informasi vendor.
VerifikasiMencocokkan invoice dengan dokumen transaksi yang relevan.
ApprovalMemastikan pembayaran disetujui oleh pihak yang berwenang.
PembayaranMembayar vendor sesuai nominal dan ketentuan pembayaran.
RekonsiliasiMencocokkan pembayaran dengan catatan invoice dan transaksi keuangan.

Three-way matching untuk memeriksa invoice

Salah satu kontrol yang dapat digunakan dalam proses AP adalah three-way matching, yaitu mencocokkan purchase order, dokumen penerimaan barang atau jasa, dan invoice sebelum pembayaran dilakukan. Oracle menjelaskan bahwa proses ini digunakan untuk memeriksa kesesuaian informasi invoice dengan purchase order dan receipt berdasarkan batas toleransi yang ditetapkan.

Kontrol ini membantu finance menemukan perbedaan sebelum pembayaran, misalnya ketika jumlah barang pada invoice tidak sesuai dengan barang yang diterima atau nilai tagihan berbeda dari purchase order.

Dalam workflow digital, invoice dapat dikelola secara terpusat sejak diterima hingga pembayaran. Purchase Invoice Mekari Expense mendukung pengelolaan invoice vendor, termasuk pemantauan status, approval, dan pembayaran dalam satu platform.

Mengapa Account Payable Penting bagi Bisnis?

AspekPeran APJika Tidak Terkontrol
Cash flowMemantau kewajiban dan timing pembayaran.Cash outflow sulit diperkirakan.
Ketepatan pembayaranMembantu pembayaran sesuai ketentuan dan jatuh tempo.Invoice dapat terlambat dibayar.
AkurasiMemastikan invoice dan pembayaran tercatat dengan benar.Risiko salah catat atau pembayaran ganda meningkat.
KontrolMenetapkan verifikasi dan approval sebelum pembayaran.Pembayaran yang tidak sesuai dapat lolos proses.
VisibilitasMenunjukkan posisi kewajiban dan pembayaran vendor.Finance kesulitan menentukan prioritas pembayaran.

AP berhubungan langsung dengan arus kas keluar perusahaan karena setiap invoice yang belum dibayar merupakan kewajiban yang pada waktunya perlu diselesaikan. Dengan mengetahui nilai dan jadwal kewajiban, finance dapat menyiapkan dana tanpa harus menunggu invoice mendekati jatuh tempo.

AP juga membantu menjaga hubungan dengan vendor. Pembayaran yang terlambat berulang kali dapat menimbulkan tindak lanjut dari vendor atau memengaruhi kesepakatan transaksi berikutnya. Sebaliknya, pembayaran yang dilakukan terlalu cepat tanpa perencanaan juga dapat mengurangi fleksibilitas perusahaan dalam mengatur kas.

Ketika jumlah vendor dan invoice meningkat, visibilitas menjadi semakin penting. Finance perlu mengetahui invoice mana yang masih terbuka, kapan jatuh tempo, dan apakah pembayaran sudah masuk proses.

Data pembayaran yang terkumpul juga dapat digunakan untuk memahami pola pengeluaran. Analisis pengeluaran vendor membantu perusahaan melihat konsentrasi belanja, pengeluaran yang tersebar, dan peluang efisiensi berdasarkan data transaksi.

Baca Juga: Outstanding Invoice: Cara Mengelola Tagihan Vendor dalam Accounts Payable

Bagaimana Cara Mengelola Account Payable dengan Baik?

1. Sentralisasi invoice

Invoice dari berbagai vendor sebaiknya dikumpulkan dalam proses yang terstruktur agar finance dapat melihat seluruh tagihan yang masuk tanpa harus mencari dokumen dari berbagai email, spreadsheet, atau folder.

2. Standarkan proses verifikasi

Gunakan prosedur yang konsisten untuk memeriksa invoice, termasuk mencocokkannya dengan dokumen pembelian dan penerimaan barang atau jasa. Standar verifikasi membantu mengurangi perbedaan cara kerja dan memudahkan penelusuran ketika terjadi selisih.

3. Pantau jatuh tempo dan payment terms

Finance perlu mengetahui tanggal jatuh tempo setiap invoice dan memperhitungkan waktu yang dibutuhkan untuk verifikasi serta approval. Payment terms menjadi acuan untuk menentukan kapan dan bagaimana kewajiban kepada vendor perlu dibayar.

Ketentuan pembayaran sebaiknya sudah jelas sejak awal transaksi. Dalam negosiasi dengan vendor, payment terms dapat disepakati bersama selain harga, ruang lingkup, dan ketentuan layanan.

4. Terapkan approval sesuai kewenangan

Setiap pembayaran perlu mengikuti batas kewenangan dan kebijakan perusahaan. Approval yang terdokumentasi membantu memperjelas siapa yang telah memeriksa dan menyetujui suatu pembayaran sebelum dana dikeluarkan.

5. Kelola data vendor dengan baik

Informasi vendor seperti identitas perusahaan, detail rekening, dan informasi pembayaran perlu dikelola secara konsisten. Data yang tidak akurat dapat meningkatkan risiko kesalahan ketika invoice diproses atau pembayaran dilakukan.

Perusahaan dapat menggunakan Approved Vendor List untuk membantu memastikan vendor yang digunakan telah melalui proses evaluasi dan memenuhi kriteria perusahaan.

6. Lakukan rekonsiliasi secara berkala

Catatan AP perlu dicocokkan dengan pembayaran dan catatan vendor secara berkala. Rekonsiliasi membantu menemukan transaksi yang belum tercatat, pembayaran ganda, atau perbedaan saldo sebelum masalah menjadi lebih besar.

Baca Juga: Audit Vendor: Panduan Lengkap & Checklist untuk Bisnis

Bagaimana Mengukur Kinerja Account Payable?

Account payable tidak cukup dinilai dari apakah seluruh invoice akhirnya dibayar. Finance juga perlu melihat apakah prosesnya efisien, akurat, dan berjalan sesuai jadwal.

KPIApa yang Diukur
Cost per invoiceBiaya yang dibutuhkan untuk memproses setiap invoice.
Invoice-to-payment cycle timeWaktu dari invoice diterima hingga pembayaran dilakukan.
On-time payment ratePersentase pembayaran yang dilakukan sesuai jadwal.
First-time error-free disbursementPersentase pembayaran yang berhasil diproses tanpa kesalahan pada percobaan pertama.
Days Payable Outstanding (DPO)Rata-rata waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk membayar kewajiban kepada vendor.

APQC menggunakan cost per invoice, first-time error-free disbursement, dan invoice-to-payment cycle time sebagai beberapa benchmark untuk mengevaluasi proses accounts payable. Finance juga dapat menggunakan on-time payment rate dan DPO sebagai KPI tambahan untuk memantau ketepatan pembayaran dan pola kewajiban.

DPO dapat membantu finance melihat rata-rata waktu pembayaran kepada vendor. Namun, angka DPO tidak sebaiknya dibaca sendirian karena hasil yang lebih tinggi atau lebih rendah belum tentu menunjukkan proses yang lebih baik. Payment terms, kondisi cash flow, dan hubungan dengan vendor tetap perlu dipertimbangkan.

Bagaimana Mekari Expense Membantu Mengelola Account Payable?

Ketika jumlah invoice dan vendor bertambah, proses AP manual membuat finance harus memeriksa dokumen, mengejar approval, memantau jatuh tempo, dan memperbarui status pembayaran secara berulang. Kondisi tersebut dapat menyita waktu dan meningkatkan risiko kesalahan dalam proses.

Mekari Expense membantu perusahaan mengelola Account Payable melalui workflow yang menghubungkan purchase invoice, approval, pembayaran vendor, dan rekonsiliasi. Dengan proses yang lebih terstruktur, finance dapat melihat posisi tagihan dan pembayaran dalam satu alur.

Purchase invoice dapat dikelola secara terpusat, sementara approval membantu memastikan invoice diperiksa sebelum pembayaran dilakukan. Finance juga dapat memantau status invoice dan pembayaran tanpa harus mengandalkan pencarian dokumen secara manual.

Untuk pembayaran vendor luar negeri, International Remittance memungkinkan perusahaan membayar vendor di luar negeri dengan informasi kurs dan biaya yang tersedia sebelum transaksi diproses, serta memantau status pembayaran.

Dengan menghubungkan invoice, approval, pembayaran, dan pencatatan, AP tidak hanya menjadi proses administratif untuk melunasi kewajiban. Finance juga mendapatkan visibilitas yang lebih baik untuk mengatur timing pembayaran dan menjaga cash outflow tetap terkendali.

Penutup

Account payable adalah kewajiban perusahaan kepada vendor atau pemasok atas barang atau jasa yang telah diterima tetapi belum dibayar. Pengelolaan AP mencakup proses dari verifikasi invoice hingga approval, pembayaran, dan rekonsiliasi.

AP yang terkelola dengan baik membantu finance mengetahui posisi kewajiban vendor, mengatur timing pembayaran, mengurangi risiko kesalahan, dan menjaga cash outflow tetap terkendali. Kinerja proses juga dapat dievaluasi menggunakan KPI seperti cost per invoice, invoice-to-payment cycle time, on-time payment rate, dan DPO.

Ketika volume transaksi semakin besar, workflow AP yang terstruktur membantu finance mengurangi pekerjaan manual sekaligus meningkatkan kontrol terhadap pembayaran vendor. Mekari Expense menyediakan workflow Account Payable untuk membantu perusahaan mengelola invoice, approval, pembayaran, dan rekonsiliasi dalam satu proses.

FAQ tentang Account Payable

Kapan account payable dicatat?

Kapan account payable dicatat?

Account payable dicatat ketika perusahaan memiliki kewajiban kepada vendor atau pemasok atas barang atau jasa yang telah diterima dan kewajiban tersebut memenuhi dasar pencatatan sesuai kebijakan akuntansi perusahaan.

Apa itu three-way matching?

Apa itu three-way matching?

Three-way matching adalah proses mencocokkan purchase order, dokumen penerimaan barang atau jasa, dan invoice sebelum pembayaran dilakukan. Proses ini membantu finance memastikan detail tagihan sesuai dengan transaksi yang dipesan dan diterima.

Apa perbedaan account payable dan accrued expense?

Apa perbedaan account payable dan accrued expense?

Account payable umumnya berkaitan dengan kewajiban kepada vendor yang telah ditagihkan melalui invoice, sedangkan accrued expense merupakan beban yang sudah terjadi tetapi invoice atau tagihan terkait belum diterima.

WhatsApp Icon WhatsApp sales