6 mins read

Cara Efektif Mengelola Anggaran Operasional dan Mencegah Fraud

featured image cara mengelola anggaran operasional

Mekari Insight

  • Pengelolaan anggaran operasional membantu perusahaan mengatur alokasi dana dan memantau pengeluaran setiap departemen.
  • Perbandingan anggaran dengan realisasi membantu Finance menemukan selisih yang perlu diperiksa.
  • Fraud dapat berupa klaim ganda, transaksi fiktif, penggelembungan biaya, atau penyalahgunaan dana perusahaan.
  • Pemisahan tugas, approval, dokumentasi transaksi, dan rekonsiliasi membantu memperkuat kontrol internal.
  • Mekari Expense mengintegrasikan Procurement, Accounts Payable, Travel & Expense, dan Spend Control untuk membantu perusahaan memantau serta mengendalikan pengeluaran.

Anggaran operasional membantu perusahaan membiayai kebutuhan sehari-hari, seperti pemasaran, perjalanan dinas, pengadaan, dan operasional kantor. Tanpa pemantauan rutin, pengeluaran dapat melebihi rencana dan mengurangi dana untuk kebutuhan lain.

Risiko juga muncul ketika transaksi tidak diperiksa dengan baik. Klaim ganda, pembelian tanpa persetujuan, atau pembayaran yang tidak sesuai dokumen dapat merugikan perusahaan. Karena itu, pengelolaan anggaran perlu disertai kontrol internal yang jelas.

Apa Itu Anggaran Operasional?

Anggaran operasional adalah rencana penggunaan dana untuk menjalankan aktivitas perusahaan dalam periode tertentu. Komponennya dapat mencakup biaya tenaga kerja, utilitas, pemasaran, perjalanan dinas, pengadaan barang, dan administrasi.

Perusahaan menggunakan anggaran sebagai acuan untuk menentukan prioritas dan memantau realisasi pengeluaran. Finance dapat membandingkan keduanya untuk melihat kategori yang masih sesuai rencana atau memerlukan pemeriksaan.

Mengapa Pengelolaan Anggaran Berkaitan dengan Pencegahan Fraud?

Anggaran menentukan alokasi dana, sedangkan kontrol internal mengatur bagaimana dana tersebut digunakan. Anggaran yang jelas membantu menetapkan batas pengeluaran. Proses approval dan pemeriksaan transaksi membantu memastikan batas tersebut dipatuhi.

Misalnya, perusahaan memiliki anggaran untuk iklan digital. Jika transaksi baru diperiksa setelah tagihan masuk, Finance mungkin terlambat mengetahui pengeluaran yang melebihi rencana. Limit, persetujuan sebelum transaksi, dan pemantauan realisasi membantu tim menemukan masalah lebih awal.

Fraud juga dapat terjadi ketika seseorang memanipulasi dokumen atau menyalahgunakan akses. Karena itu, perusahaan perlu mengatur kewenangan, menyimpan bukti transaksi, dan mencatat keputusan agar setiap pengeluaran dapat ditelusuri.

Baca Juga: Fraud Reimbursement: 14,5% Ancaman Penipuan di Tempat Kerja

Bagaimana Cara Mengelola Anggaran Operasional?

1. Susun anggaran berdasarkan kebutuhan

Identifikasi aktivitas yang memerlukan dana dan hasil yang ingin dicapai. Data pengeluaran sebelumnya dapat menjadi acuan, tetapi anggaran perlu disesuaikan dengan perubahan harga, volume aktivitas, dan prioritas bisnis.

Setiap departemen dapat mengajukan kebutuhan, lalu Finance mengevaluasinya berdasarkan urgensi, ketersediaan dana, dan rencana perusahaan. Proses ini membutuhkan kemampuan menyusun prioritas dan mengalokasikan sumber daya, yang juga dipelajari dalam Program Studi Manajemen.

2. Kelompokkan pengeluaran

Pisahkan pengeluaran berdasarkan kategori, seperti pemasaran, perjalanan dinas, pengadaan, dan operasional kantor. Tentukan juga departemen yang bertanggung jawab atas setiap alokasi.

Pengelompokan ini memudahkan Finance melihat kategori dengan pengeluaran terbesar dan meninjau perubahan biaya antarperiode.

Baca Juga: Spend Management: Strategi untuk Hemat 15% Pengeluaran Bisnis

3. Tetapkan limit dan approval

Tentukan batas nominal, jenis biaya yang diperbolehkan, dokumen pendukung, dan pihak yang berwenang menyetujui transaksi. Approval dapat mengikuti nilai dan risiko pengeluaran.

Jika transaksi melebihi anggaran atau menyimpang dari kebijakan, pengajuan perlu diperiksa oleh pihak yang berwenang sebelum diproses.

Baca Juga: Corporate Card: Panduan Finance untuk Mengontrol Pengeluaran Bisnis

4. Pantau anggaran dan realisasi

Bandingkan anggaran dengan realisasi setiap bulan atau lebih sering untuk kategori dengan volume transaksi tinggi. Periksa penyebab selisih yang signifikan sebelum menentukan tindakan.

Kenaikan biaya belum tentu menunjukkan masalah. Namun, transaksi tanpa bukti memadai atau pengeluaran yang tidak sesuai kebijakan perlu ditinjau lebih lanjut.

5. Gunakan pencatatan yang konsisten

Catat transaksi dengan format yang seragam dan simpan dokumen pendukung di tempat yang mudah diakses oleh pihak berwenang. Finance kemudian dapat menyusun laporan yang menunjukkan anggaran, realisasi, selisih, dan alasan perubahan.

Data yang konsisten juga memudahkan perusahaan mengevaluasi kebutuhan dana dan menyusun anggaran periode berikutnya. Untuk memperluas bacaan mengenai pengelolaan bisnis dan pengambilan keputusan, pembaca dapat menelusuri referensi jurnal manajemen yang tersedia melalui perpustakaan Universitas Internasional Batam.

Bagaimana Cara Mencegah Fraud dalam Pengelolaan Anggaran?

1. Pisahkan tugas

Hindari memberikan kewenangan penuh kepada satu orang untuk mengajukan transaksi, menyetujui pembelian, membayar, dan mencatat transaksi yang sama. Pemisahan tugas memberi ruang bagi pihak lain untuk memeriksa proses tersebut.

Jika jumlah karyawan terbatas, perusahaan dapat menerapkan pemeriksaan tambahan atau review berkala oleh pihak yang tidak terlibat langsung.

2. Periksa dokumen pendukung

Pastikan transaksi memiliki tujuan bisnis dan dokumen yang sesuai, seperti kuitansi, invoice, atau purchase order. Untuk pembelian, Finance dapat mencocokkan invoice dengan pesanan dan dokumen penerimaan barang atau jasa jika tersedia.

Perbedaan nominal, jumlah, atau identitas supplier perlu diklarifikasi sebelum pembayaran dilanjutkan.

3. Terapkan approval sesuai kewenangan

Approval harus mengikuti kebijakan perusahaan. Pengecualian dari limit atau prosedur perlu memiliki alasan dan dokumentasi yang jelas.

Approver juga perlu memeriksa nominal, kebutuhan, dan kelengkapan dokumen sebelum menyetujui transaksi.

4. Lakukan rekonsiliasi

Bandingkan catatan internal dengan sumber data lain, seperti rekening bank, invoice, dan laporan pembayaran. Perbedaan yang ditemukan perlu ditelusuri untuk mengetahui apakah penyebabnya kesalahan pencatatan atau indikasi penyimpangan.

Transaksi berulang, nominal yang tidak wajar, dan dokumen serupa dapat menjadi prioritas pemeriksaan. Indikasi tersebut tetap perlu diverifikasi sebelum perusahaan menyimpulkan adanya fraud.

5. Sediakan saluran pelaporan

Karyawan perlu mengetahui cara melaporkan dugaan penyimpangan dan pihak yang menanganinya. Perusahaan juga perlu menjaga kerahasiaan laporan sesuai kebijakan yang berlaku.

Temuan fraud dapat digunakan untuk mengevaluasi kontrol yang ada. Jika penyebabnya adalah akses terlalu luas atau approval yang mudah dilewati, perbaikan perlu dilakukan pada proses tersebut.

Baca Juga: 11 Cara Deteksi Fraud Pengeluaran Perusahaan dan Solusinya

Seperti Apa Contoh Pengelolaan Anggaran untuk Mencegah Fraud?

Sebuah perusahaan memiliki anggaran operasional Rp500 juta untuk satu periode. Finance membaginya ke dalam beberapa kategori sesuai kebutuhan.

KategoriAnggaran
Operasional kantorRp120 juta
PemasaranRp100 juta
Perjalanan dinasRp60 juta
PengadaanRp160 juta
PemeliharaanRp60 juta
TotalRp500 juta

Setiap pembelian diajukan dan disetujui sesuai kewenangan. Ketika invoice diterima, Finance mencocokkan nominalnya dengan purchase order dan dokumen pendukung.

Misalnya, invoice menunjukkan Rp35 juta, sedangkan purchase order mencatat Rp30 juta. Selisih Rp5 juta perlu diklarifikasi sebelum pembayaran diproses. Selisih tersebut bisa berasal dari perubahan pesanan yang sah atau kesalahan dokumen, sehingga pemeriksaan diperlukan sebelum mengambil keputusan.

Pada akhir periode, Finance membandingkan realisasi dengan anggaran dan memeriksa selisih yang signifikan. Hasilnya menjadi dasar untuk memperbaiki estimasi biaya atau prosedur pengeluaran.

Baca Juga: Contoh Purchase Order: Seperti Apa Bentuk PO yang Benar?

Bagaimana Teknologi Membantu Mengontrol Anggaran dan Mengurangi Risiko Fraud?

Mekari Expense, rekomendasi spend management software terbaik

Ketika transaksi melibatkan banyak departemen dan supplier, pencatatan manual dapat menyulitkan Finance dalam memantau pengeluaran. Sistem digital membantu menyimpan data transaksi, mengatur approval, dan menyediakan informasi untuk pemeriksaan.

Mekari Expense merupakan platform spend management terpusat yang mengintegrasikan Travel & Expense, Accounts Payable, Procurement, dan Spend Control. Perusahaan dapat mengelola berbagai proses pengeluaran dalam satu platform melalui fitur seperti:

  • Kontrol pengeluaran: mengatur anggaran, limit, dan kebijakan penggunaan sesuai konfigurasi perusahaan.
  • Approval pembelian: mengarahkan pengajuan kepada pihak yang berwenang.
  • Pengelolaan procurement: mengelola purchase request, purchase order, dan data vendor.
  • Visibilitas pengeluaran: membantu Finance meninjau transaksi dan memantau status proses.

Teknologi tetap membutuhkan kebijakan dan pengawasan manusia. Finance perlu menetapkan aturan, memeriksa transaksi yang menyimpang, dan menindaklanjuti temuan berdasarkan bukti. Dengan proses yang lebih terstruktur, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk mengendalikan pengeluaran dan mengurangi risiko penyalahgunaan dana.

WhatsApp Icon WhatsApp sales