7 mins read

Panduan Invoice: Pahami Fungsi, Komponen, dan Jenisnya

Featured Image Artikel Definisi Invoice

Mekari Insight

  • Invoice adalah dokumen penagihan yang mencatat barang atau jasa yang diberikan, jumlah yang harus dibayar, dan batas waktu pembayaran.
  • Pengelolaan invoice yang rapi membantu tim finance memantau status tagihan, mengurangi keterlambatan pembayaran, dan menjaga arus kas perusahaan.
  • Invoice juga menjadi acuan untuk verifikasi transaksi, pencatatan keuangan, dan pencocokan dengan dokumen seperti purchase order dan kwitansi.
  • Dengan Purchase Invoice dan Accounts Payable di Mekari Expense, tim finance dapat mengelola invoice, approval, dan kewajiban pembayaran dalam satu alur.

Tim keuangan sudah mengirimkan tagihan sejak minggu lalu. Namun, sampai hari ini pembayaran belum masuk karena klien mengaku dokumen terselip di tumpukan email. Hambatan seperti ini sering terjadi ketika pengelolaan tagihan masih berantakan.

Kehilangan atau keterlambatan penagihan langsung mengganggu arus kas perusahaan. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang invoice menjadi hal mendasar bagi setiap pemilik usaha.

Apa itu invoice?

Invoice adalah dokumen tertulis yang dikirimkan penjual kepada pembeli berisi detail barang atau jasa yang telah diberikan beserta jumlah biaya yang harus dibayar. Dokumen ini menjadi pernyataan resmi bahwa pembeli memiliki kewajiban pembayaran dengan tenggat waktu tertentu.

Biasanya, dokumen ini dibuat setelah transaksi selesai atau saat barang mulai dikirim. Melalui catatan ini, kedua belah pihak memiliki acuan tertulis yang sama untuk menghindari kesalahpahaman.

Fungsi Invoice dalam Bisnis

Dokumen penagihan ini memegang peran penting dalam siklus keuangan usaha. Kegunaannya mencakup pencatatan legal hingga manajemen arus kas.

Sebagai Dokumen Penagihan

Fungsi utama dari dokumen ini adalah menagih hak pembayaran atas produk atau layanan yang telah dinikmati konsumen. Catatan ini memuat total nominal, batas waktu, dan rekening tujuan transfer secara terperinci.

Sebagai Bukti Transaksi

Setiap aktivitas penjualan membutuhkan bukti fisik atau digital yang sah. Dokumen ini menjadi rincian resmi bahwa kesepakatan jual-beli telah terjadi secara riil di lapangan.

Sebagai Dasar Pencatatan Keuangan

Akuntan menggunakan salinan tagihan untuk memasukkan angka ke dalam pembukuan utang atau piutang. Tanpa dokumen penagihan yang valid, pencatatan keuangan perusahaan akan kehilangan akurasinya.

Mendukung Proses Audit

Saat tim auditor memeriksa pembukuan, mereka akan mencocokkan arus uang keluar dan masuk dengan berkas pendukungnya. Nomor tagihan yang teratur mempermudah pelacakan transaksi masa lalu, terutama jika perusahaan Anda sudah menggunakan audit trail software untuk merekam riwayat perubahan data secara otomatis.

Membantu Mengelola Arus Kas

Manajemen dapat memperkirakan kebutuhan kas berdasarkan nilai tagihan dan tanggal jatuh tempo yang tercantum pada invoice. Informasi tersebut membantu finance merencanakan penerimaan atau pembayaran untuk periode berikutnya.

Peran Invoice dalam Alur Transaksi

Invoice menjadi salah satu dokumen utama dalam alur transaksi setelah barang atau jasa dipesan atau diberikan. Informasi di dalamnya digunakan untuk memeriksa tagihan, mencocokkannya dengan dokumen transaksi, menentukan kewajiban pembayaran, dan memperbarui pencatatan setelah pembayaran dilakukan.

Dalam transaksi pembelian, invoice biasanya diperiksa bersama purchase order dan dokumen penerimaan sebelum diproses lebih lanjut. Setelah verifikasi dan approval selesai, invoice dapat masuk ke jadwal pembayaran sesuai payment terms dan tanggal jatuh tempo.

Komponen yang Harus Ada dalam Invoice

Agar sah dan mudah diproses oleh tim keuangan pembeli, dokumen ini wajib memuat informasi yang lengkap. Struktur yang rapi mempercepat proses verifikasi internal mereka.

KomponenFungsi
Nomor invoiceIdentitas unik untuk melacak transaksi dan dokumen terkait.
Tanggal penerbitanMenunjukkan waktu invoice diterbitkan dan dapat menjadi acuan pembayaran sesuai ketentuan yang disepakati.
Informasi penjualMenunjukkan pihak yang menerbitkan dan menerima pembayaran.
Informasi pembeliMenunjukkan pihak yang memiliki kewajiban pembayaran.
Rincian produk/jasaMenjelaskan barang atau jasa, kuantitas, harga, dan total tagihan.
Metode pembayaranMemberikan instruksi untuk menyelesaikan pembayaran.
Jatuh tempoMenunjukkan batas waktu pembayaran sesuai ketentuan transaksi.

Kelengkapan data di atas meminimalkan risiko penolakan pembayaran dari pihak klien. Format yang seragam juga membantu proses pengarsipan.

Best practice: Selain komponen dasar, Anda bisa mencantumkan nomor purchase order (PO) atau kode kontrak yang terkait dengan transaksi. Informasi ini membantu tim finance mencocokkan invoice dengan dokumen pembelian sebelum memproses pembayaran.

Jenis-Jenis Invoice yang Perlu Diketahui

Setiap model bisnis membutuhkan penanganan transaksi yang berbeda. Karenanya, bentuk dokumen penagihan pun bervariasi sesuai kebutuhan di lapangan.

Invoice Standar (Standard Invoice)

Jenis ini paling sering dijumpai pada transaksi jual-beli harian yang sederhana. Isinya mencakup informasi mendasar dan langsung dikirim begitu penyerahan barang selesai.

Proforma Invoice

Dokumen ini bersifat sementara dan dikirim sebelum seluruh pesanan dipenuhi. Biasanya digunakan sebagai estimasi biaya awal atau syarat untuk membuka proses produksi barang pesanan.

Commercial Invoice

Model ini wajib digunakan dalam aktivitas perdagangan lintas negara atau ekspor-impor. Pihak bea cukai memerlukan dokumen ini untuk menghitung nilai pajak dan memeriksa legalitas komoditas.

Recurring Invoice

Tagihan berkala ini diterbitkan secara otomatis untuk transaksi yang sifatnya berulang setiap bulan atau tahun. Contoh penggunaannya terlihat pada biaya sewa gedung, langganan software, atau kontrak perawatan rutin.

Credit Invoice

Dokumen ini dikenal juga dengan sebutan nota kredit. Fungsinya untuk memperbaiki kesalahan nominal pada tagihan sebelumnya atau mendokumentasikan pengembalian barang dari pembeli.

Contoh Invoice Sederhana beserta Penjelasannya

Meskipun desain visual setiap perusahaan berbeda, struktur intinya tetap sama. Keberadaan nomor unik dan tanggal menjadi poin penentu keabsahan.

infografis invoice beserta penjelasan setiap variabel yang harus ada pada invoice

Perbedaan Invoice, Purchase Order, dan Kwitansi

Ketiga berkas ini sering tertukar padahal memiliki fungsi yang bertolak belakang dalam alur transaksi. Masing-masing muncul pada tahapan yang berbeda

DokumenFungsi UtamaDiterbitkan OlehWaktu Terbit
Purchase Order (PO)Pemesanan barang resmiPembeliAwal transaksi
InvoicePenagihan pembayaranPenjualSetelah barang atau jasa siap
KwitansiBukti penerimaan uangPenjualSetelah lunas dibayar

Ketiganya saling melengkapi dalam sistem pengendalian internal perusahaan. Tim finance selalu mencocokkan data PO, purchase invoice, dan kwitansi sebelum menutup buku transaksi.

Bagaimana Invoice Diproses Setelah Diterima?

Setelah invoice diterima, tim finance perlu memeriksa informasi tagihan dan dokumen pendukung sebelum invoice diproses ke tahap berikutnya. Urutan proses dapat berbeda antarperusahaan, tetapi umumnya mencakup verifikasi, approval, penjadwalan pembayaran, dan pencatatan.

1. Verifikasi Invoice

Finance memeriksa informasi seperti vendor, nomor invoice, nominal, rincian transaksi, dan dokumen pendukung. Jika diperlukan, data tersebut dicocokkan dengan purchase order atau bukti penerimaan barang dan jasa.

2. Approval

Invoice yang memenuhi persyaratan diteruskan kepada pihak yang berwenang untuk disetujui. Invoice dapat tetap berada dalam proses sampai approval selesai.

3. Penjadwalan Pembayaran

Setelah disetujui, invoice dapat dimasukkan ke jadwal pembayaran berdasarkan payment terms, tanggal jatuh tempo, dan kebijakan perusahaan.

4. Pembayaran dan Pencatatan

Setelah pembayaran dilakukan, status invoice perlu diperbarui dan transaksi dicatat sesuai prosedur perusahaan.

Invoice Digital: Apa Bedanya dengan Invoice Manual?

Proses manual mengharuskan staf mencetak kertas, meminta tanda tangan basah, lalu mengirimkannya lewat kurir fisik. Cara ini memakan waktu lama dan rentan terselip di perjalanan.

Sebaliknya, versi digital dibuat dan dikirim langsung lewat sistem elektronik atau surat elektronik. Invoice digital dapat mempercepat pengiriman, pencarian, dan pemrosesan dokumen karena informasi tersedia secara elektronik dan tidak bergantung pada perpindahan dokumen fisik.

Invoice ManualInvoice Digital
Disimpan dalam lemari arsip fisikDisimpan dalam penyimpanan awan (cloud)
Risiko hilang atau rusak tinggiLebih mudah disimpan, dicari, dan dikelola secara terpusat.
Proses verifikasi dilakukan manual satu per satuValidasi data otomatis lewat sistem terintegrasi

Pengecekan invoice secara manual juga dapat menyulitkan finance ketika volume transaksi meningkat. Duplikasi invoice, kesalahan data, atau tagihan yang tidak sesuai dengan dokumen pendukung menjadi lebih sulit ditemukan jika pemeriksaan dilakukan dari sumber yang terpisah.

Bagi usaha yang skalanya mulai membesar, perpindahan ke sistem digital bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan operasional. Langkah ini mengurangi beban kerja administratif tim finance secara signifikan.

Tips Mengelola Invoice agar Proses Penagihan Lebih Efisien

Pengelolaan invoice perlu mencakup penerbitan, penyimpanan, verifikasi, dan pemantauan pembayaran. Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu finance dan tim terkait menjaga proses tetap tertata.

  • Gunakan penomoran yang sistematis: Buat nomor invoice yang konsisten agar dokumen mudah dicari dan ditelusuri kembali.
  • Pastikan detail pembayaran jelas: Cantumkan informasi rekening atau metode pembayaran yang sesuai dengan transaksi.
  • Cocokkan invoice dengan dokumen terkait: Periksa kesesuaian invoice dengan purchase order, surat jalan, atau dokumen pendukung sebelum diproses.
  • Pantau status dan jatuh tempo: Catat invoice yang masih menunggu verifikasi, approval, atau pembayaran agar tagihan tidak terlewat.
  • Simpan dokumen secara terpusat: Pastikan invoice dan dokumen pendukung mudah ditemukan ketika dibutuhkan untuk pembayaran atau audit.

Pengelolaan tagihan yang rapi mencerminkan profesionalisme perusahaan di mata mitra bisnis. Arus kas yang sehat berawal dari penagihan yang disiplin.

Ketika volume transaksi terus bertambah, pencatatan manual akan memicu banyak kesalahan input data. Hambatan ini bisa diatasi dengan memanfaatkan sistem otomatisasi yang tepat.

Bagi bisnis yang menangani banyak invoice vendor, proses penerimaan, verifikasi, approval, hingga pembayaran perlu dikelola dalam alur yang jelas. Mekari Expense membantu tim finance mengelola Accounts Payable, termasuk memproses Purchase Invoice dan mengatur alur persetujuannya dalam satu platform.

Coba Mekari Expense sekarang

WhatsApp Icon WhatsApp sales