6 mins read

Progress Invoice: Cara Menghitung dan Menagih Berdasarkan Progres Proyek

featured image progress invoice

Mekari Insight

  • Progress invoice adalah invoice yang diterbitkan secara bertahap berdasarkan progres pekerjaan dalam suatu proyek.
  • Nilai tagihan perlu memperhitungkan progres kumulatif, invoice sebelumnya, serta ketentuan kontrak seperti uang muka dan retensi.
  • Finance perlu mencocokkan nilai invoice dengan progres pekerjaan dan dokumen pendukung agar tagihan mudah diverifikasi.
  • Perhitungan yang akurat membantu mengurangi risiko salah tagih, double billing, dan keterlambatan pembayaran.

Suatu perusahaan mengerjakan proyek senilai Rp1 miliar selama enam bulan. Pada akhir bulan kedua, pekerjaan sudah mencapai 40% dan kontrak memperbolehkan penagihan berdasarkan progres. Finance perlu segera menentukan berapa nilai yang dapat ditagihkan pada periode tersebut.

Angka 40% saja belum cukup. Finance harus melihat nilai kontrak, progres kumulatif, invoice yang sudah diterbitkan, uang muka, retensi, serta ketentuan pembayaran yang disepakati dengan customer.

Perhitungan inilah yang menjadi dasar progress invoice. Dengan metode ini, perusahaan dapat menagih pekerjaan secara bertahap sesuai capaian proyek tanpa harus menunggu seluruh pekerjaan selesai.

Apa Itu Progress Invoice?

Progress invoice adalah invoice yang diterbitkan secara bertahap berdasarkan progres pekerjaan dalam suatu proyek. Metode ini umum digunakan ketika pekerjaan berlangsung dalam beberapa periode dan nilai kontraknya cukup besar.

Dasar penagihannya dapat berupa persentase penyelesaian pekerjaan atau nilai pekerjaan yang sudah diselesaikan sesuai ketentuan kontrak. Karena itu, finance perlu mengetahui bagaimana progres diukur dan kapan perusahaan berhak menerbitkan tagihan.

Misalnya, perusahaan memiliki kontrak senilai Rp1 miliar dengan skema penagihan berdasarkan progres. Ketika pekerjaan mencapai 40%, nilai pekerjaan yang sudah diselesaikan adalah Rp400 juta. Jika Rp100 juta sudah ditagihkan pada periode sebelumnya, nilai yang menjadi dasar tagihan periode berikutnya adalah Rp300 juta, sebelum memperhitungkan komponen lain seperti uang muka atau retensi.

Progress invoice berbeda dari invoice termin, meskipun keduanya sama-sama memungkinkan perusahaan menagih customer secara bertahap. Progress invoice mengacu pada progres pekerjaan, sedangkan invoice termin dapat mengacu pada tahap atau periode pembayaran yang sudah ditetapkan dalam kontrak.

Bagaimana Cara Menghitung Progress Invoice?

Perhitungan progress invoice dimulai dari nilai pekerjaan yang sudah diselesaikan sampai periode berjalan. Finance kemudian mengurangi nilai yang sudah ditagihkan sebelumnya untuk mengetahui dasar tagihan periode tersebut.

Secara sederhana, rumusnya:

Nilai progres kumulatif = Nilai kontrak × Persentase progres

Selanjutnya:

Tagihan periode berjalan = Nilai progres kumulatif − Nilai yang sudah ditagihkan sebelumnya

Contohnya:

  • Nilai kontrak: Rp1.000.000.000
  • Progres kumulatif: 40%
  • Nilai progres kumulatif: Rp400.000.000
  • Invoice sebelumnya: Rp100.000.000

Maka:

Rp400.000.000 − Rp100.000.000 = Rp300.000.000

Rp300 juta menjadi dasar tagihan periode berjalan. Nilai akhir yang harus dibayar customer masih perlu disesuaikan dengan ketentuan dalam kontrak, misalnya uang muka, retensi, pajak, potongan, atau perubahan pekerjaan.

Jika proyek menggunakan rincian pekerjaan atau schedule of values, finance dapat menghitung progres berdasarkan setiap item pekerjaan. Cara ini membantu menunjukkan hubungan antara pekerjaan yang sudah selesai, nilainya, dan jumlah yang sudah ditagihkan.

Progress Invoice vs Invoice Termin

Progress invoice dan invoice termin sama-sama digunakan untuk penagihan bertahap, tetapi dasar penagihannya dapat berbeda.

AspekProgress InvoiceInvoice Termin
Dasar tagihanProgres atau persentase pekerjaan yang telah diselesaikan.Tahap pembayaran yang telah ditentukan dalam kontrak.
Waktu penagihanDapat mengikuti progres aktual secara berkala.Mengikuti termin yang telah disepakati.
ContohProyek mencapai progres kumulatif 40% sehingga nilai tagihan dihitung berdasarkan capaian tersebut.Customer membayar 30% setelah pekerjaan tahap pertama selesai dan 40% setelah tahap kedua.

Perbedaan ini penting bagi finance karena angka progres pekerjaan belum tentu menjadi dasar penagihan. Kontrak dapat menentukan bahwa pembayaran hanya dilakukan setelah deliverable atau tahap tertentu selesai.

Karena itu, finance perlu memeriksa Term of Payment dan ketentuan billing dalam kontrak sebelum menerbitkan invoice.

Apa yang Perlu Dicek sebelum Menerbitkan Progress Invoice?

Finance perlu memastikan nilai yang ditagihkan memiliki dasar yang jelas dan dapat ditelusuri. Beberapa informasi yang perlu diperiksa antara lain:

Dokumen atau informasiYang perlu diperiksa
KontrakMetode penagihan, jadwal pembayaran, retensi, uang muka, dan ketentuan perubahan pekerjaan.
Progress reportPersentase atau nilai pekerjaan yang benar-benar telah diselesaikan.
Schedule of valuesPembagian nilai kontrak berdasarkan item pekerjaan jika digunakan.
Invoice sebelumnyaNilai yang sudah ditagihkan agar tidak terjadi double billing.
Dokumen pendukungBerita acara, laporan pekerjaan, approval, atau dokumen lain yang diwajibkan kontrak.

Finance juga perlu mencocokkan invoice dengan dokumen transaksi yang menjadi acuannya. Proses ini membantu memastikan nilai yang ditagihkan konsisten dengan dokumen pembelian dan pekerjaan yang sudah diselesaikan. Anda dapat membaca panduan invoice pembelian untuk memahami hubungan invoice dengan purchase order dan proses verifikasi.

Jika proyek menggunakan invoice DP, nilai uang muka juga perlu diperhitungkan agar jumlah yang ditagihkan tidak melebihi hak pembayaran perusahaan berdasarkan kontrak.

Bagaimana Alur Progress Invoice sampai Pembayaran?

Progress invoice melibatkan tim proyek, finance, customer, dan pihak lain yang bertanggung jawab atas verifikasi pekerjaan. Alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:

Progress pekerjaan → Verifikasi progres → Perhitungan nilai tagihan → Penerbitan invoice → Verifikasi customer → Pembayaran → Rekonsiliasi

Tim proyek terlebih dahulu menentukan progres aktual berdasarkan pekerjaan yang sudah diselesaikan. Finance kemudian menggunakan informasi tersebut untuk menghitung nilai tagihan berdasarkan kontrak.

Setelah invoice diterbitkan, customer dapat melakukan verifikasi terhadap nilai pekerjaan dan dokumen pendukung. Jika sudah disetujui, invoice masuk ke proses pembayaran sesuai alur invoice-to-pay.

Finance kemudian perlu mencatat pembayaran yang diterima dan mencocokkannya dengan invoice yang sudah diterbitkan. Rekonsiliasi ini penting ketika proyek memiliki banyak periode penagihan karena setiap invoice memengaruhi saldo yang masih harus dibayar customer.

Apa Risiko Jika Progress Invoice Tidak Dikelola dengan Baik?

Kesalahan dalam progress billing dapat memengaruhi proses approval, pembayaran, dan posisi kas proyek.

Tagihan terlalu besar. Jika nilai invoice melebihi progres yang dapat dibuktikan, customer dapat meminta revisi atau menahan proses approval.

Tagihan terlalu kecil. Finance dapat melewatkan nilai pekerjaan yang sebenarnya sudah memenuhi dasar penagihan sehingga kas masuk lebih lambat.

Double billing. Invoice sebelumnya yang tidak diperhitungkan dapat membuat pekerjaan yang sama tertagih lebih dari satu kali.

Dokumen progres tidak lengkap. Customer dapat menunda approval jika tidak memiliki bukti yang cukup untuk memverifikasi pekerjaan yang ditagihkan.

93% perusahaan konstruksi dan properti mengalami keterlambatan pembayaran

Riset Menzies terhadap 250 senior finance decision-makers di perusahaan konstruksi dan properti Inggris pada 2026 menemukan bahwa 93% perusahaan mengalami keterlambatan pembayaran, dengan rata-rata keterlambatan mencapai 53 hari. Sebanyak 20% perusahaan bahkan membiayai proyek mereka sendiri sambil menunggu pembayaran.

Progress invoice yang memiliki dasar perhitungan dan dokumen pendukung yang jelas membantu memperlancar proses verifikasi sebelum pembayaran. Ketika customer lebih mudah memvalidasi progres dan nilai tagihan, potensi invoice tertahan karena perbedaan perhitungan atau dokumen dapat ditekan.

Data tersebut menunjukkan mengapa finance perlu memperhatikan proses sebelum invoice diterbitkan. Keterlambatan pembayaran dapat membuat perusahaan menanggung biaya proyek lebih lama sebelum kas diterima.

Bagaimana Mengelola Progress Invoice?

Finance perlu menjaga hubungan antara kontrak, progres pekerjaan, invoice, dan pembayaran. Setiap invoice sebaiknya dapat ditelusuri kembali ke pekerjaan yang menjadi dasarnya serta nilai yang sudah ditagihkan sebelumnya.

Untuk proyek dengan banyak periode penagihan, pencatatan yang terpusat membantu finance memantau dokumen, nilai invoice, approval, dan status pembayaran dalam satu alur. Mekari Expense membantu mengelola proses invoice dan Accounts Payable sehingga finance dapat memantau transaksi dan dokumen yang diperlukan dalam proses pembayaran.

Jika invoice sudah diterbitkan tetapi belum dibayar, Anda juga dapat membaca panduan outstanding invoice untuk memahami cara memantau tagihan yang masih terbuka.

Penutup

Progress invoice menghubungkan nilai tagihan dengan progres pekerjaan yang sudah dicapai. Finance perlu menghitung nilai progres kumulatif, mengurangi tagihan sebelumnya, lalu memeriksa ketentuan seperti uang muka, retensi, pajak, dan perubahan pekerjaan sebelum menerbitkan invoice.

Dengan perhitungan dan dokumentasi yang rapi, setiap tagihan dapat ditelusuri dari progres proyek hingga pembayaran. Finance pun dapat mengurangi risiko salah tagih, double billing, dan keterlambatan proses approval.

FAQ tentang Progress Invoice

Apakah progress invoice sama dengan invoice termin?

Apakah progress invoice sama dengan invoice termin?

Tidak selalu. Progress invoice menggunakan progres pekerjaan sebagai dasar perhitungan, sedangkan invoice termin mengacu pada tahap pembayaran yang telah ditentukan dalam kontrak. Dalam praktiknya, keduanya dapat digunakan bersama.

 

Bagaimana cara menghitung progress invoice?

Bagaimana cara menghitung progress invoice?

Secara sederhana, nilai progres kumulatif dihitung dari nilai kontrak dikalikan persentase progres. Nilai yang sudah ditagihkan sebelumnya kemudian dikurangi untuk mendapatkan dasar tagihan periode berjalan.

 

Kapan progress invoice diterbitkan?

Kapan progress invoice diterbitkan?

Progress invoice diterbitkan sesuai jadwal dan ketentuan billing dalam kontrak, misalnya setiap bulan atau ketika progres tertentu tercapai.

 

Apakah progress invoice hanya digunakan untuk proyek konstruksi?

Apakah progress invoice hanya digunakan untuk proyek konstruksi?

Tidak. Progress invoice dapat digunakan untuk pekerjaan atau proyek yang berlangsung secara bertahap dan memiliki metode pengukuran progres yang jelas.

 

Apa yang dimaksud dengan retensi dalam progress invoice?

Apa yang dimaksud dengan retensi dalam progress invoice?

Retensi adalah sebagian nilai pembayaran yang ditahan customer sesuai ketentuan kontrak dan biasanya dibayarkan setelah kondisi tertentu terpenuhi.

WhatsApp Icon WhatsApp sales