7 mins read

Invoice DP: Pengertian, Fungsi, Format, dan Contohnya

Featured Image Invoice DP

Mekari Insight

  • Invoice DP digunakan untuk menagih pembayaran uang muka sesuai kesepakatan transaksi.
  • Besaran DP dapat ditentukan dalam bentuk persentase atau nominal tertentu.
  • Total nilai transaksi dan nominal DP sebaiknya ditampilkan secara terpisah agar posisi pembayaran mudah dipahami.
  • Invoice DP berbeda dari invoice termin karena dasar penagihannya adalah uang muka, bukan progres pekerjaan.

Dalam transaksi dengan pembayaran uang muka, tim finance menerima tagihan sebelum barang dikirim atau pekerjaan dimulai. Misalnya, vendor meminta DP 30% dari nilai pesanan sebelum mulai memproses barang atau pekerjaan.

Masalah muncul ketika nominal DP di invoice tidak mudah ditelusuri ke kesepakatan transaksi. Tim finance akhirnya perlu membuka kembali kontrak, purchase order, atau dokumen lain untuk memastikan jumlah yang ditagihkan sudah sesuai.

Invoice DP memperjelas apa yang sedang ditagihkan kepada pelanggan dan berapa bagian dari transaksi yang diminta di awal. Pemahaman mengenai fungsi dan isinya membuat tim finance lebih mudah memeriksa tagihan tanpa harus menebak dasar nominalnya.

Pengertian Invoice DP

Invoice DP adalah invoice yang digunakan untuk menagih pembayaran uang muka atau sebagian nilai transaksi sesuai kesepakatan antara pembeli dan penjual. DP merupakan singkatan dari down payment atau uang muka.

Misalnya, nilai transaksi sebesar Rp100 juta dan kedua pihak menyepakati DP 30%. Penjual dapat menerbitkan invoice sebesar Rp30 juta untuk meminta pembayaran uang muka tersebut sebelum barang dikirim atau pekerjaan dimulai.

Yang membedakan invoice DP dengan biasa ada pada tujuan penagihannya. Invoice tersebut digunakan untuk menagih bagian awal dari nilai transaksi, sementara invoice biasa ditagihkan sesuai kesepakatan pembayaran.

Kapan Invoice DP Digunakan?

Invoice DP digunakan ketika transaksi mensyaratkan pembayaran sebagian di awal. Kesepakatan ini biasanya dibuat sebelum penjual mulai menyediakan barang, material, tenaga kerja, atau sumber daya lain yang diperlukan untuk memenuhi pesanan. Ini contoh transaksi yang menggunakan invoice DP

  • Pembelian barang yang dibuat berdasarkan pesanan khusus.
  • Proyek yang membutuhkan biaya persiapan sebelum pekerjaan dimulai.
  • Jasa yang membutuhkan tenaga atau sumber daya sejak awal.
  • Transaksi dengan nilai besar yang pembayarannya tidak dilakukan sekaligus.
  • Pesanan yang mensyaratkan uang muka sebelum barang diproses atau dikirim.

Besaran DP tidak memiliki satu persentase yang berlaku untuk semua transaksi. Nilainya dapat berupa 20%, 30%, 50%, atau nominal tertentu selama pembeli dan penjual sudah menyepakatinya.

Semakin besar nilai DP, semakin penting bagi kedua pihak untuk memiliki dokumen yang jelas. Pembeli perlu mengetahui apa yang sedang ditagihkan, sementara penjual perlu memiliki dasar penagihan yang sesuai dengan kesepakatan.

Apa Fungsi Invoice DP?

1. Sebagai Dasar Penagihan Uang Muka

Fungsi utama invoice DP adalah menagih pembayaran awal sesuai kesepakatan transaksi. Pembeli dapat menggunakan invoice tersebut untuk memeriksa jumlah yang perlu dibayarkan sebelum transaksi berlanjut.

2. Menjelaskan Posisi Pembayaran dalam Transaksi

Invoice DP juga membantu menunjukkan bahwa nilai yang ditagihkan hanya sebagian dari total transaksi. Informasi ini menjadi penting ketika nilai pesanan jauh lebih besar daripada nominal uang muka.

3. Menjaga Riwayat Transaksi

Bagi tim finance, invoice DP menjadi salah satu dokumen yang dapat digunakan untuk menelusuri pembayaran awal. Ketika transaksi berlanjut, riwayat tersebut membantu membedakan pembayaran yang sudah dilakukan dengan nilai yang masih harus ditagihkan.

Apa Saja Isi Invoice DP?

Format invoice DP pada dasarnya menggunakan informasi yang lazim ditemukan dalam invoice. Yang perlu dibuat lebih jelas adalah bagian yang menunjukkan bahwa tagihan tersebut merupakan uang muka.

Beberapa informasi yang dapat dicantumkan meliputi:

  1. Nomor invoice
  2. Tanggal invoice
  3. Identitas penjual
  4. Identitas pembeli
  5. Deskripsi barang atau jasa
  6. Total nilai transaksi
  7. Persentase atau nominal DP
  8. Nilai uang muka yang ditagihkan
  9. Tanggal jatuh tempo
  10. Metode pembayaran
  11. Informasi rekening pembayaran
  12. Keterangan transaksi

Sebaiknya total nilai transaksi dan nominal DP ditampilkan secara terpisah. Selain uang berapa uang muka yang harus dibayar, pembeli perlu memahami posisi nominal tersebut terhadap keseluruhan transaksi sehingga transaksi jelas.

Misalnya, invoice menunjukkan:

Total transaksi: Rp100.000.000
DP 30%: Rp30.000.000

Format seperti ini lebih mudah diperiksa daripada hanya mencantumkan total tagihan Rp30 juta tanpa menjelaskan dasar nominal tersebut.

Penting, Berikan Keterangan Jelas

Gunakan keterangan seperti “Uang Muka 30%”, “Down Payment 30%”, atau istilah lain yang konsisten dengan dokumen transaksi. Penamaan ini membantu membedakan invoice DP dari tagihan penuh maupun tagihan berdasarkan progres pekerjaan.

Contoh Invoice DP

Misalnya PT Maju Bersama menerima pesanan pengadaan perangkat kantor senilai Rp100.000.000 dari PT Sukses Abadi. Kedua pihak menyepakati pembayaran DP sebesar 30% sebelum barang diproses.

Perhitungannya:

Total transaksi: Rp100.000.000
DP: 30%
Nilai DP: Rp30.000.000

Contoh format invoice DP dapat dibuat seperti berikut:

INVOICE DP

Nomor Invoice: INV/DP/001/VIII/2026
Tanggal Invoice: 10 Agustus 2026
Jatuh Tempo: 17 Agustus 2026

Penjual:
PT Maju Bersama

Pembeli:
PT Sukses Abadi

Deskripsi:
Pengadaan perangkat kantor

Total Nilai Transaksi: Rp100.000.000
Uang Muka: 30%
Nilai Invoice DP: Rp30.000.000

Metode Pembayaran: Bank Transfer

Keterangan:
Pembayaran uang muka sebesar Rp30.000.000 merupakan bagian dari total nilai transaksi sesuai kesepakatan pembelian.

Contoh tersebut memperlihatkan posisi invoice dengan lebih jelas. Rp30 juta merupakan jumlah uang muka yang ditagihkan, sedangkan Rp100 juta merupakan nilai keseluruhan transaksi.

Perbedaan Invoice DP dan Invoice Termin

Invoice DP dan invoice termin sama-sama dapat muncul dalam transaksi yang pembayarannya dilakukan secara bertahap. Namun, dasar penagihannya berbeda.

AspekInvoice DPInvoice Termin
Dasar penagihanUang mukaTahap atau progres pekerjaan
Waktu pembayaranUmumnya sebelum pekerjaan atau pengiriman dimulaiSetelah tahap yang disepakati tercapai
Nilai tagihanBerdasarkan persentase atau nominal DPBerdasarkan nilai setiap tahap
Dasar penerbitanKesepakatan pembayaran awalPencapaian milestone atau progres

Contoh pelanggan membayar 30% sebelum proyek dimulai. Pembayaran tersebut merupakan uang muka karena belum didasarkan pada pekerjaan yang sudah selesai.

Sebaliknya, jika 30% baru ditagihkan setelah tahap desain selesai, pembayaran tersebut berkaitan dengan progres pekerjaan dan lebih tepat dikategorikan sebagai termin.

Baca Juga: Invoice Pelunasan Pembayaran.

Apakah Invoice DP sama dengan Proforma Invoice?

Beda. Invoice DP digunakan untuk menagih pembayaran uang muka yang sudah disepakati, sedangkan proforma invoice pada dasarnya merupakan dokumen pendahuluan yang memberikan rincian transaksi sebelum invoice final diterbitkan. Keduanya dapat muncul sebelum barang atau jasa diserahkan, tetapi tujuan dokumennya berbeda.

Pelajari selengkapnya: Panduan Proforma Invoice

Bagaimana Cara Membuat Invoice DP?

1. Cantumkan Informasi Dasar Transaksi

Mulai dengan nomor invoice, tanggal penerbitan, identitas pembeli dan penjual, serta rincian barang atau jasa. Informasi ini menjadi dasar untuk menghubungkan invoice dengan transaksi yang sedang berjalan.

2. Tampilkan Nilai Transaksi dan DP

Tuliskan total nilai transaksi, persentase DP jika ada, dan nominal uang muka yang ditagihkan. Pembeli dapat langsung memeriksa apakah perhitungan invoice sudah sesuai dengan kesepakatan.

3. Tentukan Informasi Pembayaran

Cantumkan tanggal jatuh tempo, metode pembayaran, serta informasi rekening jika pembayaran dilakukan melalui transfer. Detail tersebut mengurangi kebutuhan pembeli untuk mencari instruksi pembayaran dari dokumen lain.

4. Cocokkan dengan Dokumen Transaksi

Sebelum invoice dikirim, periksa kembali nominalnya dengan kontrak, quotation, purchase order, atau dokumen lain yang menjadi dasar transaksi.

Pemeriksaan ini terutama penting ketika ada perubahan harga, jumlah barang, atau persentase DP selama proses negosiasi. Invoice yang berbeda dari kesepakatan dapat tertahan sebelum masuk ke tahap pembayaran.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Membuat Invoice DP

1. Hanya Mencantumkan Nilai DP

Invoice yang hanya menunjukkan nominal DP tanpa total nilai transaksi membuat posisi pembayaran kurang jelas. Pembeli mengetahui jumlah yang harus dibayar, tetapi tidak langsung mengetahui bagian tersebut berasal dari transaksi senilai berapa.

2. Tidak Menjelaskan Bahwa Tagihan Merupakan DP

Gunakan keterangan yang menunjukkan bahwa tagihan merupakan uang muka. Ini membantu membedakannya dari tagihan penuh maupun tagihan berdasarkan progres pekerjaan.

3. Nominal Tidak Sesuai Kesepakatan

Persentase atau nominal DP pada invoice harus sesuai dengan dokumen transaksi. Perbedaan kecil dapat membuat pembeli menahan pembayaran sampai tim penjual memberikan klarifikasi.

4. Tidak Menyimpan Riwayat Pembayaran

Invoice DP sebaiknya dapat ditelusuri bersama dokumen transaksi dan status pembayarannya. Ketika transaksi berlanjut, tim finance dapat mengetahui kapan DP ditagihkan dan apakah pembayaran sudah diterima.

5. Menganggap Invoice DP sebagai Bukti Pembayaran

Invoice DP digunakan untuk menagih uang muka, bukan otomatis membuktikan bahwa uang tersebut sudah dibayar. Status pembayaran perlu didasarkan pada transaksi pembayaran yang benar-benar diterima dan dicatat.

Beberapa artikel lain masih menggunakan istilah invoice DP sebagai bukti pembayaran awal. Posisi ini perlu diperjelas agar pembaca tidak menyamakan dokumen penagihan dengan bukti bahwa pembayaran sudah terjadi.

Bagaimana Mekari Expense Membantu Mengelola Invoice?

Ketika invoice DP yang diproses semakin banyak, tim finance perlu mengetahui tagihan mana yang masih menunggu pembayaran dan mana yang sudah diproses. Jika informasinya tersebar di email atau dokumen berbeda, pengecekan status invoice bisa memakan waktu.

Mekari Expense membantu mengelola invoice dan proses approval dalam satu alur digital. Melalui fitur Purchase Invoice, tim finance dapat memantau status tagihan sesuai tahapan proses internal sehingga invoice yang masih perlu ditindaklanjuti lebih mudah ditemukan.

Untuk invoice DP, pencatatan yang rapi membantu tim finance menelusuri dokumen penagihan dan pembayaran yang sudah diterima. Dengan begitu, dasar nominal dan status pembayaran tetap jelas ketika transaksi berlanjut ke tahap berikutnya.

FAQ tentang Invoice DP

Apakah invoice DP sama dengan invoice uang muka?

Apakah invoice DP sama dengan invoice uang muka?

Ya. Invoice DP atau down payment invoice digunakan untuk menagih pembayaran uang muka atau sebagian nilai transaksi yang sudah disepakati.

 

Berapa persen DP yang biasanya digunakan?

Berapa persen DP yang biasanya digunakan?

Tidak ada persentase tunggal yang berlaku untuk semua transaksi. Besarannya mengikuti kesepakatan pembeli dan penjual, baik dalam bentuk persentase maupun nominal tertentu.

 

Apakah invoice DP sama dengan faktur pajak uang muka?

Apakah invoice DP sama dengan faktur pajak uang muka?

Tidak. Invoice DP merupakan dokumen penagihan komersial, sedangkan faktur pajak merupakan dokumen perpajakan yang diterbitkan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Bagaimana cara menghitung nilai invoice DP?

Bagaimana cara menghitung nilai invoice DP?

Jika DP menggunakan persentase, kalikan total nilai transaksi dengan persentase DP. Misalnya transaksi Rp100 juta dengan DP 30% menghasilkan invoice DP sebesar Rp30 juta.

WhatsApp Icon WhatsApp sales