Account Payable Turnover: Cara Menghitung dan Membaca Rasio Utang Usaha
Mekari Insight
- Account payable turnover mengukur seberapa sering perusahaan melunasi utang kepada supplier dalam satu periode.
- Rumus AP turnover menggunakan net credit purchases dan rata-rata accounts payable untuk menghasilkan rasio perputaran utang usaha.
- Rasio yang tinggi atau rendah perlu dibaca bersama payment terms, kondisi cash flow, dan pola pembayaran supplier.
- AP turnover dapat dikonversi menjadi Days Payable Outstanding (DPO) untuk melihat rata-rata waktu yang dibutuhkan perusahaan dalam membayar supplier.
- Setelah pola pembayaran diketahui, Finance dapat melanjutkan pengelolaan proses AP melalui accounts payable management untuk memantau invoice, approval, dan pembayaran vendor dalam satu alur.
Finance bisa saja melihat saldo accounts payable di laporan keuangan dan mengetahui berapa besar kewajiban perusahaan kepada supplier. Namun, angka tersebut belum menjawab satu pertanyaan penting: seberapa cepat perusahaan membayar utangnya?
Account payable turnover digunakan untuk membaca pola tersebut. Rasio ini menunjukkan berapa kali perusahaan membayar kewajiban kepada supplier dalam satu periode dan dapat menjadi salah satu indikator yang digunakan Finance untuk menilai pengelolaan accounts payable.
Angka turnover kemudian perlu dibaca bersama DPO, payment terms, dan kondisi cash flow. Dari sini, Finance dapat melihat apakah perusahaan membayar supplier terlalu cepat, mengikuti kesepakatan yang ada, atau mengalami keterlambatan dalam proses pembayaran.
Apa Itu Account Payable Turnover?
Account payable turnover adalah rasio yang mengukur berapa kali perusahaan membayar accounts payable kepada supplier selama periode tertentu. Rasio ini juga dikenal sebagai accounts payable turnover ratio atau payable turnover.
AP turnover banyak digunakan dalam analisis keuangan untuk melihat pola pembayaran kewajiban jangka pendek. CFI menjelaskan rasio ini sebagai ukuran berapa kali perusahaan melunasi utang kepada kreditur dalam satu periode akuntansi.
Rasio tersebut lebih berguna ketika dibandingkan dengan periode sebelumnya atau perusahaan lain yang memiliki karakteristik bisnis serupa. Perbedaan payment terms, volume pembelian, dan pola cash flow dapat membuat angka AP turnover berbeda antarperusahaan.
Bagaimana Cara Menghitung Account Payable Turnover?
Perhitungan AP turnover menggunakan jumlah pembelian kredit bersih selama periode tertentu dan rata-rata accounts payable pada periode yang sama.
Rumus dasarnya adalah:
AP Turnover = Net Credit Purchases ÷ Average Accounts Payable
Average accounts payable dihitung dari saldo utang usaha pada awal dan akhir periode:
Average Accounts Payable = (Beginning AP + Ending AP) ÷ 2
Net credit purchases mengacu pada pembelian yang dilakukan secara kredit setelah memperhitungkan pengurangan yang relevan, seperti retur pembelian. Ketika angka net credit purchases tidak tersedia, COGS terkadang digunakan sebagai pendekatan dalam analisis. Namun, penggunaan net credit purchases lebih spesifik karena AP berkaitan langsung dengan pembelian secara kredit.
Contoh Perhitungan AP Turnover
Misalnya, sebuah perusahaan memiliki net credit purchases sebesar Rp1,2 miliar selama satu tahun. Saldo accounts payable pada awal tahun sebesar Rp180 juta dan pada akhir tahun sebesar Rp220 juta.
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Net credit purchases | Rp1.200.000.000 |
| Beginning AP | Rp180.000.000 |
| Ending AP | Rp220.000.000 |
| Average AP | Rp200.000.000 |
Average AP dihitung sebagai berikut:
(Rp180.000.000 + Rp220.000.000) ÷ 2 = Rp200.000.000
Selanjutnya:
AP Turnover = Rp1.200.000.000 ÷ Rp200.000.000 = 6 kali
Artinya, accounts payable perusahaan berputar sekitar enam kali selama periode tersebut.
Bagaimana Cara Membaca AP Turnover?
AP turnover tidak sebaiknya dibaca hanya dengan melihat apakah angkanya tinggi atau rendah. Perubahan rasio perlu dikaitkan dengan payment terms, kemampuan kas, serta kebijakan perusahaan dalam membayar supplier.
Apa Arti AP Turnover yang Tinggi?
AP turnover yang tinggi menunjukkan perusahaan membayar accounts payable lebih sering selama periode tersebut. Kondisi ini dapat terjadi karena perusahaan membayar supplier dengan cepat, memperoleh diskon pembayaran lebih awal, atau memang memiliki payment terms yang lebih pendek.
Rasio yang tinggi juga dapat berarti perusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajibannya dengan cepat. Di sisi lain, pembayaran yang terlalu cepat dapat membuat kas keluar lebih awal ketika supplier sebenarnya memberikan jangka waktu pembayaran yang lebih panjang.
Apa Arti AP Turnover yang Rendah?
Rasio yang rendah berarti pembayaran accounts payable berlangsung lebih jarang dalam satu periode. Salah satu penyebabnya dapat berupa payment terms yang lebih panjang sehingga perusahaan memiliki waktu lebih lama sebelum membayar supplier.
Namun, rasio yang rendah juga perlu diperiksa ketika terjadi penurunan kemampuan membayar atau keterlambatan dalam proses accounts payable. CFI mencatat bahwa turnover yang rendah dapat berasal dari terms yang menguntungkan maupun kondisi keuangan yang memburuk.
Mengapa AP Turnover yang Tinggi Belum Tentu Lebih Baik?
Misalnya, jika supplier memberikan payment terms 60 hari tetapi DPO perusahaan berada di sekitar 35 hari, Finance dapat memeriksa apakah sebagian besar invoice memang dibayar lebih awal atau terdapat pola pembayaran lain yang memengaruhi rasio tersebut.
Keputusan tersebut bisa masuk akal ketika ada diskon pembayaran lebih awal atau alasan hubungan supplier. Namun, jika tidak ada manfaat yang diperoleh, pembayaran terlalu cepat dapat mengurangi dana yang masih tersedia untuk kebutuhan operasional lain.
Karena itu, Finance perlu melihat rasio dalam konteks kesepakatan dengan supplier. Sage juga menekankan bahwa tidak ada satu angka AP turnover yang berlaku sebagai ukuran ideal untuk semua bisnis karena rasio dipengaruhi industri, supplier terms, dan strategi perusahaan.
Bagaimana AP Turnover Berkaitan dengan DPO?
AP turnover menunjukkan berapa kali utang usaha berputar, sedangkan Days Payable Outstanding atau DPO menunjukkan rata-rata berapa hari perusahaan membayar supplier.
Rumus sederhananya adalah:
DPO = 365 ÷ AP Turnover
Dari contoh sebelumnya, AP turnover perusahaan adalah 6 kali. Maka:
DPO = 365 ÷ 6 = 60,8 hari
Artinya, perusahaan membutuhkan waktu rata-rata sekitar 61 hari untuk membayar supplier. CFI dan Sage menggunakan hubungan yang sama antara AP turnover dan DPO.
DPO sering lebih mudah digunakan saat Finance ingin membandingkan waktu pembayaran dengan payment terms. Misalnya, jika supplier memberikan tempo 60 hari tetapi DPO perusahaan hanya 35 hari, Finance dapat mengevaluasi apakah pembayaran terlalu cepat atau memang ada alasan operasional untuk membayar lebih awal.
Apa yang Memengaruhi Account Payable Turnover?
Payment terms supplier
Payment terms menentukan kapan perusahaan diharapkan membayar invoice. Supplier yang memberikan tempo 30 hari akan menghasilkan pola pembayaran yang berbeda dari supplier yang memberikan tempo 60 atau 90 hari.
Perubahan terms juga dapat membuat AP turnover berubah meskipun volume pembelian perusahaan relatif sama.
Cash flow perusahaan
Ketersediaan kas memengaruhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban. Saat cash flow longgar, perusahaan mungkin membayar supplier lebih cepat. Ketika kas perlu dijaga untuk kebutuhan operasional, pembayaran dapat mengikuti batas waktu yang disepakati.
Volume pembelian
Perubahan volume pembelian dapat memengaruhi nilai net credit purchases yang digunakan dalam perhitungan. Bisnis dengan pembelian supplier yang besar dan berulang akan memiliki pola AP yang berbeda dari bisnis dengan volume pembelian yang lebih kecil.
Early payment discount
Beberapa supplier memberikan potongan harga ketika invoice dibayar lebih cepat. Finance perlu menghitung manfaat diskon tersebut dibandingkan dengan manfaat mempertahankan kas sampai mendekati jatuh tempo.
Proses approval dan pembayaran
Invoice yang sudah diterima belum tentu langsung dibayar. Proses verifikasi, approval, pencocokan dokumen, dan penjadwalan pembayaran dapat memengaruhi kapan kewajiban benar-benar diselesaikan.
Berapa AP Turnover yang Ideal?
Tidak ada satu angka AP turnover yang otomatis ideal untuk semua perusahaan. Rasio perlu dibandingkan dengan karakteristik bisnis, payment terms, dan tren perusahaan sendiri.
| Perbandingan | Yang Perlu Dilihat Finance |
|---|---|
| Dengan periode sebelumnya | Apakah turnover berubah secara konsisten atau terjadi perubahan mendadak? |
| Dengan payment terms | Apakah waktu pembayaran sejalan dengan kesepakatan supplier? |
| Dengan perusahaan sejenis | Apakah perbedaannya dapat dijelaskan oleh industri atau model bisnis? |
| Dengan kondisi cash flow | Apakah perusahaan membayar terlalu cepat atau justru menunda karena tekanan kas? |
Benchmark industri dapat membantu memberikan konteks, tetapi penggunaannya perlu hati-hati. Sage mencatat bahwa AP turnover dapat berbeda cukup besar antarindustri karena perbedaan siklus bisnis, cara pengelolaan inventory, dan terms yang umum digunakan supplier.
Karena itu, tren internal perusahaan sering menjadi titik awal yang lebih berguna. Finance dapat melihat perubahan rasio dari bulan ke bulan atau tahun ke tahun, kemudian mencari penyebab ketika terjadi perubahan yang cukup besar.
Bagaimana Finance Mengelola Accounts Payable dengan Lebih Efisien?
Pengelolaan AP yang efisien dimulai dari proses invoice hingga pembayaran yang tertata. Finance dapat menetapkan jadwal pembayaran, memeriksa kelengkapan invoice, memastikan kesesuaian dengan dokumen pembelian, dan memantau kewajiban yang akan jatuh tempo.
Susun jadwal pembayaran berdasarkan jatuh tempo
Finance dapat mengelompokkan invoice berdasarkan tanggal jatuh tempo, nilai, dan payment terms. Jadwal yang jelas membantu perusahaan menentukan pembayaran tanpa kehilangan kendali atas kebutuhan kas.
Percepat proses verifikasi invoice
Ketika perusahaan menggunakan purchase order, proses verifikasi juga dapat dilakukan dengan mencocokkan informasi pada invoice dengan dokumen pembelian. Pendekatan seperti three-way matching membantu Finance menemukan perbedaan sebelum invoice diproses ke tahap pembayaran.
Gunakan payment terms sebagai bagian dari strategi kas
Payment terms dapat menjadi bahan pembicaraan ketika perusahaan bernegosiasi dengan supplier. Terms yang lebih panjang dapat memberi ruang bagi cash flow, sedangkan pembayaran lebih cepat dapat dipertimbangkan ketika ada manfaat komersial yang jelas.
Pantau perubahan AP turnover dan DPO
Finance dapat memantau kedua metrik secara berkala untuk menemukan perubahan pola pembayaran. Penurunan turnover yang tajam, misalnya, perlu diperiksa bersama perubahan cash flow, volume pembelian, atau proses pembayaran.
Hubungkan invoice, approval, dan pembayaran
Data accounts payable akan lebih mudah dianalisis ketika proses invoice, approval, dan pembayaran tercatat secara konsisten. Finance dapat melihat posisi kewajiban tanpa harus menggabungkan informasi dari terlalu banyak sumber.
Baca Juga: Panduan Accounts Payable
Kelola Proses Pengeluaran dan Pembayaran dengan Mekari Expense
AP turnover membantu Finance membaca hasil dari pola pembayaran supplier. Untuk memahami penyebab di balik angka tersebut, Finance perlu melihat proses yang berlangsung sebelum pembayaran dilakukan.
Mekari Expense menempatkan Accounts Payable sebagai bagian dari platform spend management bersama procurement, travel and expense, dan spend control. Modul AP digunakan untuk pengelolaan invoice dan pembayaran vendor dalam satu alur pengeluaran perusahaan.
Dengan proses yang lebih terhubung, Finance dapat menelusuri pengeluaran dari kebutuhan pembelian hingga invoice dan pembayaran. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan review ketika AP turnover atau DPO berubah dari periode sebelumnya.
Pelajari Accounts Payable Mekari Expense untuk melihat bagaimana pengelolaan invoice, approval, dan pembayaran vendor dapat terhubung dalam satu alur.
Referensi
FAQ tentang AP Turnover
Apakah AP turnover tinggi selalu bagus?
Apakah AP turnover tinggi selalu bagus?
Tidak. Rasio yang tinggi menunjukkan pembayaran lebih sering, tetapi Finance tetap perlu melihat payment terms, manfaat early payment, dan dampaknya terhadap cash flow.
Apa hubungan AP turnover dengan DPO?
Apa hubungan AP turnover dengan DPO?
DPO merupakan ukuran dalam hari yang menunjukkan rata-rata waktu perusahaan membayar supplier. DPO dapat dihitung dengan membagi jumlah hari dalam periode, biasanya 365 hari, dengan AP turnover.
Berapa AP turnover yang ideal?
Berapa AP turnover yang ideal?
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua perusahaan. Finance sebaiknya membandingkan AP turnover dengan tren perusahaan sendiri, payment terms, kondisi cash flow, serta perusahaan sejenis.
Apa penyebab AP turnover berubah?
Apa penyebab AP turnover berubah?
Perubahan dapat dipengaruhi oleh payment terms, volume pembelian, kondisi cash flow, early payment discount, atau perubahan dalam proses invoice dan pembayaran.
