5 mins read

Accrued Expense: Cara Mengelola Biaya yang Belum Dibayar

featured image accrued expense

Mekari Insight

  • Accrued expense adalah beban yang sudah terjadi dalam suatu periode, tetapi pembayarannya belum dilakukan.
  • Finance dapat mencatat accrued expense sebelum invoice diterima jika biaya tersebut sudah menjadi kewajiban perusahaan.
  • Setelah invoice diterima, finance perlu mencocokkan nilai aktual dengan pencatatan accrued expense.
  • Accrued expense membantu perusahaan melihat kewajiban yang sudah muncul sebelum pembayaran dilakukan.

Sebuah perusahaan menggunakan jasa konsultan pada akhir Juni. Pekerjaan sudah selesai, tetapi invoice baru diterima pada 5 Juli. Kapan biaya jasa tersebut dicatat?

Jika jasa sudah diterima pada Juni, biaya tersebut masuk ke periode Juni. Invoice yang diterima pada Juli menjadi dasar untuk mencocokkan nilai aktual dan menyelesaikan pencatatannya.

Situasi ini menggambarkan accrued expense. Dalam akuntansi akrual, finance mengakui biaya pada periode ketika perusahaan menerima barang atau jasa yang menimbulkan biaya tersebut, meskipun pembayarannya dilakukan kemudian.

Apa Itu Accrued Expense?

Accrued expense adalah beban yang sudah terjadi atau sudah menjadi kewajiban perusahaan dalam suatu periode, tetapi belum dibayar pada periode tersebut. Perusahaan dapat mengakui beban ini sebelum menerima invoice dari vendor.

Misalnya, vendor menyelesaikan pekerjaan senilai Rp50 juta pada 30 Juni, sedangkan invoice baru dikirim pada 5 Juli. Jika pekerjaan memang sudah diterima pada Juni, finance mengakui biaya tersebut pada Juni berdasarkan informasi yang tersedia.

Jadi, finance perlu melihat kapan biaya terjadi dan kapan perusahaan menerima barang atau jasa, bukan hanya tanggal invoice.

Konsep ini merupakan bagian dari akuntansi akrual. Basis akrual mencatat dampak transaksi pada periode ketika aktivitas ekonominya terjadi, sedangkan penerimaan atau pembayaran kas dapat berlangsung pada periode berbeda.

Contoh Accrued Expense dalam Bisnis

Accrued expense dapat muncul pada berbagai biaya yang sudah menjadi beban perusahaan, sementara pembayarannya dilakukan setelah periode tersebut.

Jenis biayaContoh kondisiPeriode pengakuan
GajiKaryawan sudah bekerja sampai akhir Desember, tetapi gaji dibayarkan pada Januari.Desember
UtilitasPemakaian listrik dan air terjadi selama Desember, sedangkan tagihan dibayarkan pada Januari.Desember
BungaBunga pinjaman sudah terakumulasi, tetapi pembayarannya dilakukan pada periode berikutnya.Sesuai periode bunga terjadi
PajakKewajiban pajak sudah muncul, tetapi pembayarannya dilakukan setelah periode tersebut.Sesuai periode timbulnya kewajiban
Jasa vendorVendor menyelesaikan pekerjaan pada Juni, tetapi invoice baru diterima pada Juli.Juni

Contoh jasa vendor paling jelas menunjukkan bagaimana accrued expense bekerja dalam proses closing. Finance perlu mencatat biaya yang sudah terjadi agar laporan periode tersebut mencerminkan aktivitas yang memang berlangsung di dalamnya.

Accrued Expense vs Accounts Payable

Perbedaan accrued expense dan accounts payable paling mudah dilihat dari satu pertanyaan: apakah perusahaan sudah menerima invoice dari vendor?

AspekAccrued ExpenseAccounts Payable
KondisiBeban atau kewajiban sudah terjadi.Barang atau jasa sudah diterima dan tagihan sudah diterima.
InvoiceBelum diterima saat kewajiban pertama kali dicatat.Invoice atau tagihan vendor sudah diterima.
Dasar pencatatanDapat menggunakan estimasi berdasarkan biaya yang sudah terjadi.Mengacu pada invoice atau tagihan yang diterima.
ContohJasa konsultan selesai Juni, invoice diterima Juli.Invoice vendor Rp50 juta dengan payment terms 30 hari.

Misalnya vendor menyelesaikan jasa senilai Rp50 juta pada 30 Juni. Invoice baru diterima pada 5 Juli.

Pada 30 Juni, finance dapat mengakui biaya tersebut sebagai accrued expense. Ketika invoice diterima pada Juli, finance membandingkan nilai aktual dengan pencatatan sebelumnya.

Setelah invoice diterima, kewajiban tersebut dapat masuk ke proses accounts payable dan selanjutnya diproses melalui invoice-to-pay sampai pembayaran dilakukan.

Alurnya:

Jasa diterima → accrued expense dicatat → invoice diterima → pencatatan disesuaikan → accounts payable → pembayaran

Urutan tersebut menggambarkan salah satu skenario. Transaksi yang langsung memiliki invoice ketika biaya terjadi dapat masuk ke accounts payable tanpa melalui accrued expense.

Bagaimana Cara Mencatat Accrued Expense?

Finance perlu menentukan biaya yang sudah terjadi pada akhir periode sebelum membuat jurnal. Jika nilai aktual belum tersedia, estimasi dapat menggunakan kontrak, tarif, pemakaian, invoice sebelumnya, atau data operasional.

Misalnya, perusahaan memperkirakan biaya listrik bulan Desember sebesar Rp2.000.000 dan pembayaran baru dilakukan pada Januari.

Pada akhir Desember:

AkunDebitKredit
Beban ListrikRp2.000.000
Utang BebanRp2.000.000

Beban didebit karena perusahaan sudah menggunakan listrik selama Desember. Utang beban dikredit karena kewajiban tersebut belum diselesaikan.

Saat perusahaan membayar kewajiban tersebut pada Januari:

AkunDebitKredit
Utang BebanRp2.000.000
KasRp2.000.000

Bagaimana jika nilai invoice berbeda dari accrued expense?

Misalnya finance memperkirakan accrued expense sebesar Rp2.000.000, tetapi invoice aktual yang diterima menunjukkan Rp2.200.000.

Ada selisih Rp200.000 yang perlu diperhitungkan dalam penyesuaian pencatatan. Finance perlu membandingkan estimasi dengan invoice aktual agar nilai beban dan kewajiban mencerminkan transaksi sebenarnya.

Mekanisme adjustment atau reversal mengikuti kebijakan accounting perusahaan dan karakteristik transaksinya.

57% perusahaan masih menggunakan spreadsheet untuk mengelola accruals

Survei CFO Sixthfin 2026 menunjukkan 57% perusahaan masih menggunakan spreadsheet untuk mengelola accruals. Angka ini menunjukkan bahwa pencatatan dan pengelolaan accrual masih menjadi bagian dari pekerjaan manual dalam proses financial close.

Bagi finance, proses tersebut mencakup identifikasi biaya yang sudah terjadi, pencatatan estimasi, serta rekonsiliasi ketika invoice aktual diterima. Pengelolaan yang rapi membantu mengurangi pekerjaan koreksi saat closing.

Sumber: CFO Tech

Bagaimana Mengelola Accrued Expense?

Pengelolaan accrued expense paling penting dilakukan saat closing. Finance perlu mencari biaya yang sudah terjadi tetapi belum tercatat atau belum memiliki invoice. Kontrak vendor, purchase order, data penerimaan barang atau jasa, dan invoice periode sebelumnya dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi dan mengestimasi biaya tersebut.

Setelah accrual dicatat, tim finance harus segera membandingkannya dengan invoice ketika tagihan diterima. Selisih antara estimasi dan nilai aktual kemudian disesuaikan sesuai kebijakan accounting. Proses ini juga membantu finance memperkirakan kewajiban yang belum mengurangi kas pada periode berjalan.

Mekari Expense membantu finance mengelola invoice vendor dan proses Accounts Payable dalam satu alur, termasuk input invoice, approval, dan pembayaran. Data yang lebih terpusat memudahkan finance menelusuri transaksi ketika melakukan review dan rekonsiliasi.

Penutup

Kunci memahami accrued expense ada pada waktu terjadinya biaya. Ketika perusahaan sudah menerima barang atau jasa pada suatu periode, biaya tersebut perlu tercermin dalam periode tersebut meskipun invoice atau pembayaran datang kemudian.

Setelah invoice diterima, finance perlu mencocokkan nilai aktual dengan accrued expense yang sudah dicatat. Dari proses tersebut, pencatatan dapat disesuaikan sebelum kewajiban dilanjutkan ke accounts payable dan pembayaran.

FAQ tentang Accrued Expense

Apakah accrued expense sama dengan accounts payable?

Apakah accrued expense sama dengan accounts payable?

Tidak. Accrued expense mencatat beban atau kewajiban yang sudah terjadi ketika invoice belum diterima atau pembayaran belum dilakukan. Accounts payable umumnya berkaitan dengan tagihan vendor yang sudah diterima dan perlu dibayar.

 

Apakah accrued expense harus memiliki invoice?

Apakah accrued expense harus memiliki invoice?

Tidak. Finance dapat mencatat accrued expense berdasarkan biaya yang sudah terjadi dan informasi yang tersedia meskipun invoice belum diterima.

 

Kapan accrued expense dicatat?

Kapan accrued expense dicatat?

Accrued expense dicatat pada periode ketika beban atau kewajiban tersebut terjadi, sesuai dengan basis akuntansi dan kebijakan perusahaan.

 

Kapan accrued expense dibalik?

Kapan accrued expense dibalik?

Reversal dapat dilakukan sesuai kebijakan accounting perusahaan, terutama ketika pencatatan aktual atas invoice atau transaksi sudah dilakukan.

 

Apakah accrued expense termasuk utang?

Apakah accrued expense termasuk utang?

Accrued expense dapat menghasilkan kewajiban yang dicatat sebagai liabilitas sampai kewajiban tersebut diselesaikan atau disesuaikan.

WhatsApp Icon WhatsApp sales